Masyarakat Adat Bahau di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur bersuka cita menggelar ritual Hudoq sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas selesainya pelaksanaan penanaman padi.
Ritual yang dilaksanakan usai proses menugal atau menanam padi ladang ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan September hingga November.
Khusus di Kabupaten Mahakam Ulu, ritual Hudoq Pekayang ini sudah menjadi agenda pariwisata tahunan yang banyak mendatangkan pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat.
Kepala Adat Long Bagun Ulu di Kabupaten Mahakam Ulu, Avun Ingan mengatakan setiap pelaksanaan ritual Hudoq tidak pernah sepi pengunjung. Avun menjelaskan ini karena ritual Hudoq memiliki keunikan dan nilai-nilai kearifan lokal. Dikatakannya, hampir seluruh kampung Masyaralat Adat di Mahakam Ulu melakukan ritual ini. Avun mencontohkan tahun ini ritual adat Hudoq Pekayan sudah dilaksanakan di kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu.
Bahkan, sebut Avun, ritual Hudoq juga berlangsung di Samarinda yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur. Avun menambahkan ini terjadi karena banyak komunitas Masyarakat Adat Bahau yang merantau atau berpindah dan membentuk kampung di sekitar Samarinda.
“Sampai sekarang, komunitas Masyarakat Adat Bahau yang merantau ke Samarinda masih melakukan aktivitas berladang seperti di wilayah adat mereka. Itulah makanya, ritual Hudoq dilaksanakan di Samarinda,” terang Avun Ingan belum lama ini.
Selain komunitas Masyarakat Adat Bahau, sebut Avun, ritual adat Hudoq juga dilaksanakan oleh suku lain, tapi waktu dan tata cara agak berbeda seperti ritual Hudoq di komunitas Masyarakat Adat Wehea dan komunitas Masyarakat Adat Modang.